Tangan kesemutan adalah kondisi ketika kulit tangan terasa seperti geli, kebas, atau tertusuk jarum. Kesemutan di tangan umumnya tidak berbahaya dan hanya terjadi karena salah posisi. Namun, tangan kesemutan juga dapat disebabkan oleh penyakit tertentu.

Tangan kesemutan pada umumnya disebabkan oleh gangguan pada saraf di tangan atau lengan. Tangan kesemutan yang dirasakan sehari-hari biasanya terjadi karena saraf di tangan tertekan dalam waktu yang lama, misalnya karena tertidur dengan kepala menindih tangan. Namun, kesemutan seperti ini sifatnya sementara dan tidak terlalu mengganggu.

Tangan Kesemutan

Sementara itu, tangan kesemutan yang berlangsung terus-menerus dan mengganggu biasanya merupakan tanda adanya gangguan pada saraf atau penyakit tertentu yang terkait dengan saraf. Pada kondisi ini, kesemutan bisa disertai dengan gejala lain yang sesuai dengan penyakit penyebabnya. 

Penyebab dan Faktor Risiko Tangan Kesemutan

Tangan kesemutan yang terjadi secara terus-menerus dapat disebabkan oleh berbagai kondisi berikut:

Beberapa faktor berikut juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami tangan kesemutan:

  • Melakukan kegiatan berulang yang melibatkan tangan, seperti bermain alat musik atau mengoperasikan mesin dengan getaran yang cukup keras
  • Memiliki kadar gula darah tinggi (hiperglikemia)
  • Menderita diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2
  • Mengalami kecanduan minuman beralkohol
  • Menderita obesitas
  • Tidak pernah berolahraga
  • Menderita hipomagnesamia (kadar magnesium dalam darah rendah)
  • Kurang asupan makanan yang bergizi seimbang
  • Memiliki kondisi tertentu yang menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi, seperti operasi gastrektomi

Gejala Tangan Kesemutan

Gejala yang timbul akibat tangan kesemutan dapat berlangsung sebentar atau dalam waktu yang lama. Berikut ini adalah beberapa gejala kesemutan di tangan:

  • Mati rasa di area tangan
  • Sensasi terbakar, tertusuk-tusuk, tersetrum, atau gatal di area tangan
  • Tangan terasa berat
  • Tangan terasa dingin
  • Kesulitan menggunakan tangan yang kesemutan

Biasanya, gejala di atas hanya memengaruhi satu tangan saja. Namun, tergantung pada penyebabnya, tangan kesemutan juga bisa pada kedua sisi. 

Kapan harus ke dokter

Tangan kesemutan yang segera membaik dan hanya terjadi sesekali umumnya tidak termasuk kondisi yang berbahaya. Segera periksakan diri ke dokter jika kesemutan di tangan terjadi secara terus-menerus, tidak kunjung membaik, atau disertai dengan gejala lain. Hal tersebut dapat menjadi tanda dari penyakit tertentu.

Diagnosis Tangan Kesemutan

Untuk mendiagnosis tangan kesemutan, dokter akan terlebih dahulu bertanya kepada pasien mengenai gejala yang dialami, serta penyakit yang pernah diderita, baik pada pasien maupun keluarganya. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fungsi saraf untuk melihat apakah pasien bisa merasakan sensasi dan menggerakkan otot.

Untuk mendiagnosis penyebab tangan kesemutan, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, yaitu:

  • Tes darah, untuk mendeteksi adakah kondisi lain yang menyebabkan kesemutan di tangan, seperti diabetes atau kekurangan vitamin tertentu
  • Pemindaian dengan foto Rontgen, MRI, atau CT scan, untuk melihat adakah kerusakan saraf pada area tangan yang mengalami kesemutan
  • Elektromiografi dan nerve conduction velocity, untuk memeriksa bagaimana otot merespons rangsangan saraf
  • Pungsi lumbal, untuk mengetahui apakah tangan kesemutan disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf pusat
  • Tes stimulasi dingin, untuk memeriksa apakah tangan kesemutan disebabkan oleh sindrom Raynaud

Pengobatan Tangan Kesemutan

Biasanya, tangan kesemutan yang terjadi sebentar tidak memerlukan pengobatan apa pun karena dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, ada upaya yang bisa diterapkan untuk mempercepat penyembuhannya, antara lain:

  • Memijat tangan yang kesemutan
  • Mengompres hangat tangan yang kesemutan
  • Menggerakkan tangan yang kesemutan, misalnya dengan mengepal dan membuka tangan

Untuk mengobati tangan kesemutan yang terjadi secara terus-menerus, dokter akan menangani penyakit atau masalah yang mendasarinya. Dokter juga dapat memberikan terapi yang dapat meredakan keluhan.

Beberapa pengobatan yang mungkin akan diberikan oleh dokter adalah:

  • Kontrol gula darah, jika tangan kesemutan disebabkan oleh neuropati diabetik
  • Pemberian suplemen vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12, jika tangan kesemutan terjadi karena tubuh kekurangan asupan vitamin tersebut
  • Fisioterapi pada carpal tunnel syndrome, untuk mengurangi nyeri dan kesemutan, serta meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan untuk beraktivitas
  • Terapi okupasi, untuk meningkatkan kemampuan gerak tangan jika tangan kesemutan terjadi akibat stroke
  • Pemberian pengganti hormon tiroid, seperti levothyroxine, jika tangan kesemutan disebabkan oleh kekurangan hormon tersebut
  • Obat-obatan, seperti gabapentin, pregabalin, atau amitriptyline, untuk meredakan nyeri dan kesemutan di tangan akibat neuropati perifer
  • Operasi, untuk melepas saraf terjepit atau HNP jika kesemutan sudah sangat parah dan mengganggu aktivitas (jika terapi fisik saja tidak cukup)

Komplikasi Tangan Kesemutan

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa timbul akibat tangan kesemutan:

  • Mengganggu aktivitas yang sedang dilakukan karena tangan sulit digerakkan
  • Cedera di tangan tanpa sengaja karena tangan mengalami sensasi mati rasa

Kesemutan yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan timbulnya sensasi mati rasa pada tangan. Akibatnya, tangan Anda berisiko lebih tinggi mengalami cedera yang tidak disengaja.

Untuk menghindarinya, Anda perlu berhati-hati saat melakukan kegiatan-kegiatan yang membahayakan, misalnya saat menggunakan pisau, cutter, atau benda lain yang dapat melukai tangan.

Pencegahan Tangan Kesemutan

Berikut ini adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya tangan kesemutan:

  • Memperbanyak konsumsi vitamin B12, yang dapat ditemukan dalam daging atau telur
  • Menerapkan pola makan yang seimbang
  • Menjaga berat badan tubuh yang ideal
  • Berolahraga secara teratur
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan
  • Berhenti merokok
  • Beristirahat sejenak dari aktivitas selama 30–60 menit, misalnya untuk meregangkan tangan
  • Berhati-hati saat bekerja dengan zat kimia beracun, seperti arsenik atau merkuri
  • Berhati-hati agar tidak tergigit laba-laba, ular, atau kalajengking
  • Memperbanyak konsumsi makanan yang kaya akan magnesium, seperti sayuran hijau atau ikan