Informasi medis dalam artikel bersponsor ini telah ditinjau oleh tim dokter ALODOKTER
Bisa memenuhi ASI eksklusif anak selama 6 bulan adalah dambaan para ibu. Namun, ada saja kendala yang bisa terjadi selama proses menyusui, termasuk produksi ASI sedikit. Untuk mengatasinya, Busui bisa mengonsumsi makanan booster ASI. Yuk, simak selengkapnya di artikel ini.
Booster ASI adalah sebutan untuk makanan yang dipercaya dapat melancarkan air susu ibu. Selain melancarkan, makanan yang digolongkan booster ASI juga bisa meningkatkan kualitas ASI lho.
Beragam Makanan Booster ASI
Sebenarnya, produksi ASI sedikit adalah hal yang umum terjadi. Namun, hal ini bisa membuat ibu dilema antara ingin memberi tambahan susu formula demi kecukupan nutrisi bayinya, dan ingin bayinya tetap mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan penuh.
Sebelum memutuskan untuk memberikan susu formula kepada bayi, tidak ada salahnya untuk mencoba makanan booster ASI di bawah ini:
1. Bayam
Bayam adalah salah satu jenis sayuran yang bisa Busui manfaatkan sebagai booster ASI. Sayuran hijau ini mengandung banyak zat besi dan sangat bagus dikonsumsi oleh ibu menyusui, terutama yang mengalami perdarahan berat saat melahirkan.
Kadar zat besi yang rendah pada darah terbukti dapat menurunkan produksi ASI. Zat besi merupakan komponen penting pada hemoglobin, yaitu protein yang membawa oksigen di dalam darah.
Oleh karena itu, kurangnya zat besi dapat mengurangi persediaan oksigen pada jaringan, termasuk pada kelenjar penghasil ASI di payudara. Hal ini membuat produksi ASI menjadi tidak optimal.
2. Chickpea
Jenis makanan lain yang bisa dijadikan sebagai booster ASI adalah chickpea. Di Indonesia, makanan ini kerap disebut dengan kacang Arab. Kacang Arab kaya akan fitoestrogen yang dapat merangsang produksi ASI Busui. Tak cuma itu, kacang ini juga tinggi protein yang bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
3. Almond
Semua jenis kacang-kacangan sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai booster ASI. Namun, almond termasuk yang paling baik di antara yang lain. Kandungan asam lemak esensial, protein, vitamin E, kalsium, zinc, dan zat besi yang terkandung di dalam almond dapat meningkatkan produksi dan kualitas ASI untuk bayi.
4. Beras merah
Kandungan nutrisi pada booster ASI yang satu ini diduga dapat mendukung kerja hormon yang bertugas untuk produksi ASI. Jadi, mengonsumsi beras merah dianggap bisa membantu meningkatkan produksi ASI Busui.
Selain itu, beras merah juga lebih tinggi serat sehingga baik untuk dikonsumsi sebagai pengganti atau campuran beras putih, terutama jika Busui juga ingin menurunkan berat badan setelah melahirkan.
5. Oat
Oat mengandung sejumlah nutrisi yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI, seperti serat, kalsium, zat besi, dan juga vitamin B. Mengonsumsi oat secara rutin juga dipercaya dapat mengurangi kecemasan dan depresi.
Busui bisa mengonsumsi oat sebagai booster ASI jika penurunan produksi ASI yang Busui alami kemungkinan disebabkan oleh stres.
6. Bawang putih
Tanaman yang sudah jadi bagian dari bumbu masak sehari-hari ini juga bisa dijadikan sebagai booster ASI. Ketika Busui memakannya, bawang putih akan mengubah aroma dan rasa ASI.
Aroma dan rasa bawang putih yang cukup menyengat ini terbukti dapat membuat sebagian bayi bisa menyusu lebih lama. Menyusu lebih lama berarti ASI yang keluar juga lebih banyak. Ini secara otomatis akan merangsang tubuh untuk memproduksi ASI lebih banyak pula.
Namun, perlu diingat bahwa khasiat ini tidak terlihat pada sebagian bayi. Beberapa ibu bahkan melaporkan bayinya mudah sakit perut ketika ia makan banyak bawang putih.
7. Fenugreek
Fenugreek (Trigonella foenum-graecum), atau yang sering disebut dengan biji klabet, merupakan salah satu pelancar ASI alami yang baik untuk dikonsumsi oleh Busui. Fenugreek telah terbukti efektif untuk meningkatkan produksi ASI dalam 24–72 jam setelah dikonsumsi.
Tidak hanya sebagai booster ASI, biji-bijian yang kaya akan asam lemak omega-3 ini juga memiliki banyak manfaat lain untuk kesehatan dan kerap digunakan untuk mengatasi batuk, sakit tenggorokan, nyeri haid, dan bahkan diabetes. Selain fenugreek, berbagai jenis makanan lain, seperti adas atau alfalfa, juga dapat dimanfaatkan untuk menambah produksi ASI, salah satunya hindmilk.
Ada banyak makanan yang dipercaya bisa dimanfaatkan sebagai booster ASI. Makanan ini pada dasarnya kaya akan nutrisi dan baik untuk kesehatan Busui maupun Si Kecil. Busui boleh mencoba makanan-makanan tersebut untuk meningkatkan produksi dan kualitas ASI.
Namun, tetap perhatikan apakah makanan ini memiliki efek samping atau tidak, juga apakah makanan tersebut memicu reaksi alergi pada Busui dan Si Kecil atau tidak.
Anda juga bisa mengonsumsi Pelancar ASI Claire Quincy untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Ini merupakan booster ASI alami yang mengandung daun katuk, ikan gabus, daun kelor, fenugreek, serta daun torbangun. Tenang saja, produk ini juga sudah tersertifikasi BPOM dan halal.
Pelancar ASI Claire Quincy juga mengandung nutrisi lengkap yang turut memenuhi kebutuhan nutrisi harian buah hati, mendukung tumbuh kembang bayi, serta membantu meningkatkan berat badan bayi.
Berdasarkan survey, ibu menyusui yang sudah mengonsumsi Pelancar ASI Claire Quincy terbukti memiliki ASI yang lebih lancar, banyak, dan kental. Selain itu, Pelancar ASI Claire Quincy memberi jaminan berupa garansi uang kembali jika produk ini tidak memberikan dampak baik pada ASI Busui.
Pelancar ASI Claire Quincy memahami para ibu menyusui yang mungkin tidak cocok mengonsumsi ASI booster tertentu. Nah, dengan garansi tersebut, Busui tidak perlu khawatir untuk mencoba produk ini.
Apabila Pelancar ASI Claire Quincy tidak meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI Busui, Busui bisa mendapatkan kembali uang yang sudah dikeluarkan untuk membeli produk ini lho.
Yuk, mulai sekarang coba konsumsi Pelancar ASI Claire Quincy secara rutin agar ASI lebih berkualitas dan semakin deras. Bila Busui merasa konsumsi booster ASI tidak meningkatkan produksi ASI dan Si Kecil mulai menunjukkan tanda tidak cukup ASI, sebaiknya Busui segera berkonsultasi ke dokter melalui chat online untuk mengetahui penanganan yang sesuai.